my litle

my litle
Cibibibi cayang mama

Minggu, 13 Mei 2012

PENYAKIT KELAMIN


A. Pengertian Penyakit Kelamin
     Penyakit kelamin adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman yang ditularkan melalui hubungan seks oral maupun melalui hubungan kelamin. 
     Penyakit Kelamin adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman dan ditularkan melalui hubungan hubungan seksual yang tidak aman. Selain dengan hubungan seksual, penyakit kelamin juga bisa ditularkan melalui jarum suntik yang dipakai secara bergantian, darah dan cairan/lendir tubuh.

B. Macam - Macam Penyakit Menular

  • 1. Gonore 
        a. Pengertian Gonore
          Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorhoeae yang menginfeksi lapisan dalam saluran kandung kemih, leher rahim, rektum, tenggorokan, serta bagian putih mata. Penyakit gonore ini dapat mneyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya terutama pada kulit dan persendian.  Bila penyakit gonore ini menyerang wanita, maka wanita tersebut bisa merasakan nyeri panggul serta gangguan reproduksi. Penyakit gonore ini tidak hanya menyerang pria dan wanita dewasa. Namun bayi yang baru lahir sekalipun bisa terinfeksi gonore dari ibunya bila selama proses kelahiran terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan mengeluarkan nanah. Bila tidak segera ditangani dan diobati, bisa menyebabkan kebutaan pada bayinya.
    b. Tanda Dan Gejala
    Pada pria, akan keluar nanah dari dari saluran kencing dan rasanya sangat panas seperti terbakar
    Pada wanita, infeksi dapat terjadi pada saluran kencing, vagina ataupun cervic. 
    Wanita juga bisa merasakan nyeri perut yang sangat hebat
    Bertambahnya cairan yang keluar dari vagina
    Ujung buah zakar berwarna merah dan membengkak
    Merasakan sakit yang luar biasa saat buang air kecil
    Air kencing berwarna kuning kehijauan
    c. Mencegah Penyakit Gonore
    Satu-satunya cara untuk mencegah penyakit gonore ini adalah menghindari gaya hidup seks bebas dan selalu setia kepada pasangan. Dengan melakukan seks bebas, kita bisa dengan mudah tertutar penyakit gonore ini. Oleh karena itu itu, untuk memutus rantai penyakit gonore ini, kita tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Karena kita tidak pernah tahu seseorang tersebut menderita penyakit gonore maupun penyakit menular seksual yang lainnya.
    d. Mengobati Penyakit Gonore
    Kita bisa mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik. Selain itu, kita juga bisa menggunakan obat tradisional dengan menggunakan bahan - bahan yang aad di sekitar kita.





  •  
  • b. ulkus mole
    penyakit infeksi genital – akut, lokalisata, disebabkan oleh kuman Streptobacillus ducreyi (Haemophilus ducreyi)
    Gejala khas – ulkus nekrotik, nyeri – di tempat inokulasi & srg disertai dg supurasi KGB regional
    EPIDEMIOLOGI
  • Penyakit ini bersifat endemik, tersebar – tropik & subtropik, t.u. di kota & pelabuhan.
  • Frekuensi penyakit ini – negara maju  ↓
  • Penularan (+) ® hubungan seksual, secara kebetulan terinokulasi ke jari dokter atau perawat
  • Penyakit ini > diderita – kulit berwarna.
  • Frekuensi pd wanita >↓  – mungkin akb kesulitan menegakkan diagnosis.
  • Pembawa kuman atau carrier kuman H ducreyi > banyak (+) wanita tuna susila.
ETIOLOGI
  • Basil Haemophilus ducreyi -  streptobasilus –
  • Gram negatif
  • Halus, pendek-pendek
  • Tidak berwarna
  • Berspora
  • Bagian ujungnya agak membundar – halter, tersusun memanjang seperti rantai / rel kereta api.
PATOGENESIS
  • Dg adanya trauma / abrasi, ® kuman penetrasi ke dlm epidermis.
  • Limfadenitis  yang terjadi akibat infeksi Haemophilus ducreyi disertai dengan supurasi.
  • Respons imun yg berhub dg patogenesis & kerentanan peny -  tidak diketahui.
  • Hasil penyelidikan ® adanya respons hipersensitivitas lambat & respons antibodi pd pasien dg chancroid.
  • Antibodi (+)  dg  pem fisaksi komplemen, aglutinasi, presipitasi & tes fluoresens antibodi indirek.
SIMTOMATOLOGI
  • Masa inkubasi : 1 – 14 hari
  • Timbulnya lesi akb – autoinokulasi ® lesinya multipel, biasanya (+) di daerah ekstra genital.
  • Daerah predileksi di genital pada laki-laki berbeda dengan wanita.
  • Pada laki-laki biasanya (+) di frenulum, sulkus koronarius, prepusium bagian dalam & batang penis.
  • Pada wanita (+) di labium mayus, vulva, klitoris, uretra dan servik.
  • Pada ekstra genital, lesi +) di bibir, tangan, kelopak mata, dada & lidah.
  • Lesi awal (+) di daerah inokulasi : papel, kemudian ® vesiko-pustul, lesi ini dlm beb jam ® pecah ® ulkus
Ciri khas ulkus mole
  • Bentuk bulat / lonjong
  • Kecil, multipel
  • Dikelilingi halo eritematosa & edematus
  • Berbentuk seperti cawan
  • Tepi ulkus tidak teratur / tidak rata
  • Dinding bergaung
  • Dasar ulkus – jaringan granulasi – mudah berdarah, isi sekret keruh, tertutup sekret kotor berwarna kuning, jaringan nekrotik
  • Perabaan ulkus – lunak, tanpa indurasi, mudah berdarah & terasa nyeri.
  • Sekitar 30 %  pembesaran KGB inguinal medial (+)
  • Peradangan KGB disertai demam & tanda-tanda radang akut ® disertai dg periadenitis.
  • Bila ® perlunakan, kulit di atasnya ® merah, tipis & abses yg  nyeri tekan
  • Proses perlunakan selanjutnya membentuk sinus-sinus yg tidak teratur.
 Tempat predileksi lesi Ulkus Mole  di daerah genital
                        Laki-laki Wanita
Permukaan mukosa preputium bagian dalam Labium mayus
Frenulum Vulva
Sulkus koronarus Klitoris
Batang penis Fourchette
Dalam uretra Vestibuli
Skrotum perineum Uretra
Anus Serviks






    • Limfogranuloma Venereum   
    Limfogranuloma Venereum adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Penyakit ini terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis.



    PENYEBAB
    Bakteri Chlamydia trachomatis, yang merupakan bakteri yang hanya tumbuh di dalam sel. Chlamydia trachomatis penyebab limfogranuloma venereum berbeda dengan Chlamydia trachomatis lainnya yang menyebabkan uretritis dan servisitis.


    GEJALA
    Gejala mula timbul dalam waktu 3-12 hari atau lebih setelah terinfeksi. Pada penis atau vagina muncul lepuhan kecil berisi cairan yang tidak disertai nyeri. Lepuhan ini berubah menjadi ulkus (luka terbuka) yang segera membaik sehingga seringkali tidak diperhatikan oleh penderitanya.

    Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada salah satu atau kedua selangkangan. Kulit di atasnya tampak merah dan teraba hangat, dan jika tidak diobati akan terbentuk lubang (sinus) di kulit yang terletak di atas kelenjar getah bening tersebut. Dari lubang ini akan keluar nanah atau cairan kemerahan, lalu akan membaik; tetapi biasanya meninggalkan jaringan parut atau kambuh kembali.

    Gejala lainnya adalah demam, tidak enak badan, sakit kepala, nyeri sendi, nafsu makan berkurang, muntah, sakit punggung dan infeksi rektum yang menyebabkan keluarnya nanah bercampur darah. Akibat penyakit yang berulang dan berlangsung lama, maka pembuluh getah bening bisa mengalami penyumbatan, sehingga terjadi pembengkakan jaringan. Infeksi rektum bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut yang selanjutnya mengakibatkan penyempitan rektum.


    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya yang khas. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan darah guna menemukan adanya antibodi terhadap bakteri penyebabnya.


    PENGOBATAN
    Pemberian doksisiklin, eritromisin atau tetrasiklin per-oral (melalui mulut) selama 3 minggu akan mempercepat penyembuhan. Setelah pengobatan, dilakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bahwa infeksi telah sembuh.


    PENCEGAHAN
    Cara yang paling baik untuk mencegah penularan penyakit ini adalah abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang diketahui menderita penyakit ini). Untuk mengurangi resiko tertular oleh penyakit ini, sebaiknya menjalani perilaku seksual yang aman (tidak berganti-ganti pasangan seksual atau menggunakan kondom.



    •                  Herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) adalah sejenis penyakit yang menjangkiti mulut, kulit, dan alat kelamin. Penyakit ini menyebabkan kulit melepuh dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit.






           
    • Granuloma inguinale
    • Uretritis non gonore.
    • Kondiloma akuminata.
    • Kandidosis.
    • Trikomoniasis.
    • Bakterial vaginosi

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar